Toko Pasutri

18/01/13

Perut Membesar, Wanita Hamil Lebih Cocok Nyamping Saat Bonceng Motor


Membonceng dengan posisi menghadap ke depan alias mengangkang dipandang lebih aman karena lebih seimbang. Namun hal itu tidak berlaku bagi wanita hamil yang perutnya sudah membesar. Menurut dokter kandungan, wanita hamil yang perutnya sudah membesar sebaiknya bonceng motor dengan duduk menyamping.

"Yang jelas senyaman mungkin, tapi sebaiknya kalau perutnya sudah membesar duduknya menyamping karena bahaya kalau ngerem-ngerem perutnya bisa terbentur pengendara atau yang memboncengi," jelas dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina, saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).

Meski dinilai tidak seimbang, namun dr Frizar menuturkan bahwa duduk menyamping lebih aman untuk wanita hamil yang perutnya sudah membesar agar menghindari adanya benturan langsung pada perut, yang dapat mengganggu perkembangan janin nantinya.

Tapi jika usia kehamilan sudah lebih dari 5 bulan, dr Frizar menyarankan sebaiknya wanita hamil tidak membonceng sepeda motor.

"Kalau sudah di atas 5 bulan sebaiknya tidak bonceng motor. Perutnya sudah sangat besar, kalau bonceng hadap depan (mengangkang) susah dan takut berbentur kalau ngerem, kalau menyamping risiko tidak seimbang dan jatuh," lanjut dr Frizar.

Namun sebagai praktisi kesehatan, dr Frizar sendiri menilai bahwa membonceng dengan posisi duduk menghadap ke depan alias mengangkang lebih aman dan seimbang.

Ia pun menyarankan untuk wanita yang sedang tidak hamil atau hamil muda yang perutnya belum terlalu membesar, untuk membonceng motor dengan posisi duduk mengangkang.

"Secara keseimbangan, yang lagi nggak hamil bonceng motor sebaiknya hadap ke depan. Hamil muda juga sebaiknya menghadap ke depan karena bisa berpijak lebih kuat dan berpelukan dengan suami," papar dr Frizar. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

17/01/13

Hamil Muda Jangan Naik Motor, Kalau Terpaksa Sebaiknya Ngangkang


Kontroversi larangan duduk ngangkang saat membonceng sepeda motor mengingatkan pada problema ibu hamil. Kalau sedang berbadan dua, posisi duduk saat membonceng sepeda motor tentu tidak sembarangan. Posisi yang aman seperti apa ya?

Ketua Umum IBI (Ikatan Bidan Indonesia), Dr Harni Koesno, MKM mengatakan bahwa ibu hamil memang sebaiknya tidak diajak naik sepeda motor. Guncangan serta hentakan yang terjadi sepanjang jalan dikhawatirkan bisa mengganggu kehamilan dan memicu kontraksi.

Namun demikian, dalam kondisi tertentu pastinya sulit menghindari keharusan untuk membonceng sepeda motor. Misalnya saat harus bepergian, sementara yang bersangkutan tidak punya kendaraan lain yang lebih nyaman misalnya mobil. Bagaimana solusinya?

"Kalau terpaksa harus naik motor lebih baik mengangkang, daripada menyamping dia kurang nyaman dan kurang safety," kata Harni kepada detikHealth saat ditemui di Gedung Pengurus Pusat IBI, kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2013).

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina, dr Frizar Irmansyah, SpOG. Menurutnya pada usia kehamilan yang masih muda, duduk menghadap ke depan akan lebih stabil karena bisa berpijak dan berpegangan lebih kuat.

"Secara keseimbangan, yang lagi nggak hamil bonceng motor sebaiknya hadap ke depan. Hamil muda juga sebaiknya menghadap ke depan karena bisa berpijak lebih kuat dan berpelukan dengan suami," jelas dr Frizar kepada detikHealth saat dihubungi melalui telepon.

Sayangnya tidak semua ibu hamil bisa duduk ngangkang dengan mudahnya. Biasanya memang cuma ibu-ibu yang hamil muda saja yang bisa melakukannya, sebab kalau sudah hamil tua maka perutnya akan menghalangi posisi duduk sehingga mau tidak mau harus duduk menyamping. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

16/01/13

Lansia Juga Butuh Ngangkang Saat Dibonceng Naik Motor


Selain tidak nyaman, duduk menyamping saat membonceng sepeda motor juga tidak trendi karena mirip embah-embah berkebaya yang memang kesulitan duduk ngangkang. Bahkan bagi embah-embah lansia, duduk menyamping pun dirasa kurang stabil.

"Sebagian lansia punya gangguan keseimbangan sehingga rawan jatuh. Nah, itu butuh posisi yang stabil dan harusnya (duduk) ngangkang lebih stabil," kata dr Siti Setiati, SpPD, ahli gerontologi atau ilmu penuaan saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).

Namun untuk memberikan anjuran duduk ngangkang bagi para lansia saat membonceng, dr Siti mengaku butuh evidence atau bukti ilmiah sementara penelitian tentang hal itu belum banyak dilakukan. Penilaiannya bahwa duduk ngangkang lebih stabil baru berdasarkan logika saja.

Perempuan lansia, khususnya di Jawa kadang memang susah duduk ngangkang karena mengenakan kebaya dengan bawahan berupa kain. Dengan busana seperti ini, posisi duduk yang paling memungkinkan saat membonceng sepeda motor adalah menyamping seperti anjuran Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh.

Lagi-lagi, dr Siti tidak berani memberikan anjuran untuk lansia berkebaya terkait posisi duduk di sepeda motor karena belum memiliki evidence. Ia hanya menegaskan bahwa makin tua umur seseorang maka gangguan keseimbangan akan lebih sering muncul sehingga butuh posisi yang stabil.

"Kalau pakai kebaya ya jangan naik sepeda motor, gitu aja kalau saya. Kalau naik motor, pakai celana lebih aman," tambah dr Siti yang tidak bersedia memberikan komentar secara pribadi perihal larangan membonceng motor dengan posisi ngangkang di Aceh.

Masih menurut dr Siti, tidak semua lansia mengalami gangguan keseimbangan. Hanya sebagian saja yang mengalaminya, namun secara teori makin tua umur seseorang maka kemampuan untuk menjaga keseimbangan akan berkurang sehingga mudah jatuh maupun pusing. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

15/01/13

Ada Riwayat Saraf Kejepit, Bonceng Motor Justru Wajib Ngangkang


Larangan duduk ngangkang saat membonceng sepeda motor yang diberlakukan di Kota Lhokseumawe, Aceh menuai kontroversi. Ahli saraf mengatakan duduk ngangkang justru lebih sehat dan aman terutama bagi yang punya riwayat saraf kejepit.

"Bagi yang punya kelainan pada tulang belakang seperti HNP (Herniated Nucleus Pulposus atau lebih populer dengan istilah saraf kejepit), duduk menyamping tidak dianjurkan," kata Dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ahli saraf dari RS Mayapada saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).

Menurut Dr Roslan, duduk menyamping saat membonceng sepeda motor seperti yang dianjurkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe berisiko memperburuk kondisi HNP. Nyeri yang dirasakan akan semakin mengganggu karena posisi ini tidak ideal bagi tulang punggung.

Posisi duduk menyamping juga tidak dianjurkan bagi yang punya riwayat skoliosis atau kelainan rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang. Pada kondisi ini, duduk menyamping juga kan semakin memperburuk struktur tulang sekaligus memicu kambuhnya gejala nyeri.

"Duduk menyamping memang tidak lantas memicu skoliosis, tetapi bagi yang sudah punya kelainan ini maka sebaiknya duduk menghadap ke depan. Duduk menyamping itu pasti ada kecenderungan untuk condong, entah ke kanan atau ke kiri untuk jaga keseimbangan," lanjur Dr Roslan.

Beban yang ditanggung oleh tulang belakang memang lebih besar ketika seseorang duduk menyamping di atas sepeda motor. Selain terasa cepat pegal di punggung bagian bawah terutama pinggang, rasa nyeri juga bisa muncul di tulang belakang bagian atas misalnya leher.

"Saat duduk menyamping, kepala pasti berusaha untuk menoleh ke kanan (duduk menyamping biasanya dari sebelah kiri sehingga arah depannya adalah kanan). Sebab kalau tidak melihat ke depan, reaksi kalau terjadi sesuatu misalnya jatuh pasti kurang bagus," kata Dr Roslan. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

14/01/13

4 Risiko Kesehatan Jika Duduk Ngangkang Saat Bonceng Motor Dilarang


Duduk mengangkang dianggap sebagai posisi ideal saat membonceng sepeda motor. Selain tak aman, anjuran duduk menyamping seperti yang dikeluarkan Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh bisa memunculkan berbagai masalah kesehatan.

"Dari keamanan dan kesehatan, duduk ngangkang lebih sehat," kata Dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ahli bedah saraf dari RS Mayapada saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).

Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang harus dipertimbangkan apabila hendak membonceng dengan posisi duduk menyamping seperti dijelaskan Dr Roslan:

1. Mudah capek dan tidak nyaman
Dr Roslan mengatakan, duduk menyamping membuat posisi tulang belakang tidak ideal. Dampaknya antara lain akan terasa saat melakukan perjalanan jauh, yakni jadi lebih cepat terasa lelah. Belum lagi jika sepanjang jalan banyak guncangan, maka kemampuan untuk meredam hentakan juga tidak maksimal sehingga tidak nyaman.


2. Memicu nyeri leher dan punggung
Posisi tulang belakang yang melengkung dampat memicu rasa nyeri di bagian punggung saat membonceng sepeda motor. Selain itu, posisi kepala yang terpaksa harus menoleh ke arah depan juga berisiko membuat leher terasa nyeri jika terlalu lama berkendara.

3. Memperburuk kelainan tulang belakang
Beberapa kondisi seperti Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau lebih dikenal dengan istilah saraf kejepit bisa memburuk dan memicu rasa nyeri bila dipaksakan duduk menyamping. Begitu juga dengan kelainan rangka tubuh berupa tulang belakang yang melengkung atau skoliosis. Duduk menyamping juga bisa memperburuk kondisinya.

4. Trauma tulang belakang jika terjadi kecelakaan
Salah satu risiko yang perlu dipertimbangkan saat membonceng dengan posisi duduk menyamping menurut Dr Roslan adalah trauma tulang belakang bila terjadi kecelakaan. Posisi yang tidak memungkinkan untuk leluasa melihat ke depan membuat reaksi pembonceng jadi kurang bagus ketika terjadi sesuatu misalnya kecelakaan. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

13/01/13

Bukan Sekadar Ngangkang, Ini Posisi Ideal Bonceng Motor


Anjuran Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh untuk duduk menyamping saat membonceng banyak ditentang karena tidak sehat dan tidak aman. Namun sekadar ngangkang juga belum tentu sehat. Berikut ini posisi ideal bonceng motor menurut dokter.

"Idealnya duduk tegak," kata Dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, ahli saraf dari RS Mayapada saat dihubungi detikHealth, Selasa (8/1/2013).

Kenyataannya, tidak semua penumpang sepeda motor baik yang memegang kemudi maupun yang membonceng, bisa duduk dengan tegak. Pengendara dan pembonceng motor tipe sport misalnya, cenderung untuk duduk dengan posisi membungkuk terutama kalau posisi jok belakangnya sangat tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, membonceng dengan posisi duduk ngangkang sekalipun tidak bisa dibilang ideal. Meskipun ngangkang, posisi tulang belakang tetap melengkung dan dalam waktu yang lama bisa memicu berbagai keluhan seperti nyeri punggung.

Selain harus duduk tegak, Dr Roslan menegaskan bahwa sebaiknya posisi duduk saat membonceng sepeda motor juga menghadap ke depan. Duduk menyamping kurang dianjurkan karena tidak leluasa melihat ke depan, sehingga reaksinya tidak akan bagus saat terjadi sesuatu.

"Kalau tidak bisa lihat ke depan, reaksi yang di belakang jadi kurang bagus saat terjadi sesuatu misalnya kecelakaan. Nanti tahu-tahu jatuh," lanjut Dr Roslan.

Lebih lanjut Dr Roslan mengatakan bahwa duduk menyamping juga tidak dianjurkan bagi orang yang punya gangguan kesehatan termasuk saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Posisi duduk menyamping dinilai bisa memperburuk kondisi tersebut.

Selain itu, posisi duduk menyamping juga bisa memperburuk skoliosis atau kelainan rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang. Kelainan ini umumnya disertai gejala nyeri yang akan memburuk jika dipaksakan untuk duduk menyamping saat membonceng sepeda motor. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

12/01/13

Duduk Ngangkang Saat Bonceng Motor Bisa Rusak Kemaluan Wanita?


Salah satu alasan diberlakukannya larangan duduk mengangkang bagi wanita saat membonceng sepeda motor di Kota Lhokseumawe, Aceh, karena dinilai memperlihatkan lekuk tubuh wanita, yang akhirnya dapat memicu gairah seksual pria. Lantas apa kata ahli kesehatan seksual soal hal ini?

"Setiap larangan atau disiplin untuk publik di jalan umum, hendaknya diterapkan dengan memperhatikan aspek prioritas. Jelasnya, mengutamakan keamanan warga agar terhindar dari kecelakaan," jelas Dr Andri Wanananda, MS, pengamat kesehatan seksual detikHealth, saat dihubungi pada Selasa (8/1/2013).

Menurut Dr Andri, membonceng sepeda motor dengan posisi menghadap ke depan alias mengangkang, dipandang lebih aman untuk mencegah risiko kecelakaan ketimbang duduk menyamping. Prioritas ini, lanjutnya, jauh lebih bernilai dibanding dengan kekhawatiran akan terpicunya rangsangan seksual bila dibonceng mengangkang.

"Jangankan duduk berboncengan mengangkang, duduk berdampingan dalam bus umum atau kereta api antara 2 insan yang berlawanan jenis, bisa saja membangkitkan rangsangan seksual. Hal ini bergantung pada pikiran yang bersangkutan, yang agaknya tidak perlu dicampuri," jelas dokter yang juga merupakan anggota Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI).

Dr Andri juga menjelaskan dari aspek kesehatan seksual dan reproduksi, posisi duduk mengangkang saat dibonceng sepeda motor tidak akan mengganggu kemaluan atau organ intim wanita.

Posisi mengangkang tidak akan mengganggu vulva (area genital eksternal perempuan). Kecuali bila sudut mengangkangnya mendekati 180 derajat, yang membuat otot, persarafan, dan pembuluh darah di sekitar selangkangan amat meregang. Sedangkan sudut mengangkang ketika dibonceng sepeda motor tidak lebih dari 45 derajat.

"Kehidupan manusia dalam milenium ketiga memiliki 'privacy' yang tidak semua bisa diatur dengan budaya lokal atau dicampuri terlampau dalam. Pemerintah Kota hendaknya menggunakan pendekatan prioritas dalam memilih alternatif solusi untuk publik. Dalam kaitan ini prioritas terhindarnya warga dari risiko terjadinya kecelakaan berkendaraan yang bisa merenggut nyawa jauh lebih penting," tutup Dr Andri. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Duduk Ngangkang. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...